Kamis, 22 Maret 2012

ROKET AIR SEDERHANA - Meraih Juara Tiga Lomba Kinerja IPA Tingkat Kabupaten Purbalingga

ROKET AIR SEDERHANA




DISUSUN OLEH
NADIA  FERNANDA
WAHYU CANDRA
SD NEGERI 1 GRANTUNG

UPT DINAS PENDIDIKAN
KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGA
TAHUN 2009


KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Alloh Swt. yang selalu melimpahkan taufik, hidayah ,dan karunia-Nya.
            Sejalan dengan perkembangan sains saat ini, kami melakukan serangkaian uji coba dan membuat karya Roket Air Sederhana yang bahan-bahannya ada di sekitar kita.
            Kami berharap, karya kami yang tak seberapa dapat digunakan untuk meningkatkan, mengembangkan, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta untuk menumbuhkan semangat belajar dan cinta ilmu pengetahuan dengan tidak meninggalkan akhlakul karimah. Untuk itulah isi makalah ini kami susun dengan sederhana, menyenangkan, dan mudah dimengerti.
            Terima kasih kami haturkan kepada Ibu Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, teman-teman di SD Negeri 1 Grantung dan semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas kinerja IPA ini.
            Kami sadar bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan isi makalah ini kami sambut dengan senang hati.


                                                                      Grantung, 7  Maret  2009
                                                                                    Penulis



DAFTAR ISI
                                                                                                                                                 
HALAMAN JUDUL            
KATA PENGANTAR   
DAFTAR ISI                
BAB I PENDAHULUAN            
A.          LATAR BELAKANG        
B.           ALASAN PEMILIHAN JUDUL     
C.           TUJUAN      
D.          MANFAAT    
BAB II TEKNIK PEMBUATAN        
A.          ALAT DAN BAHAN      
B.           CARA PEMBUATAN       
BAB III CARA KERJA DAN KONSEP IPA 
A.          CARA KERJA ALAT         
B.           KONSEP IPA       
BAB IV PENUTUP           
A.          KESIMPULAN        
B.           SARAN         
LAMPIRAN




SURAT KETERANGAN
Nomor: 421.2/42/2009



            Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                     :  PURWAHYANTI, S.Pd.SD
NIP                       :  131837789
Jabatan                  :  Kepala Sekolah
Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa ”Roket Air Sederhana” ini adalah benar-benar murni karya yang dibuat oleh  siswa-siswi SD Negeri 1 Grantung, UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga. (Nama Siswa terlampir pada biodata) dan karya ini belum pernah dilombakan.
            Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan seperlunya.


                                                                        Karangmoncol, 7 Maret 2009
                                                                        Kepala Sekolah



                                                                        PURWAHYANTI, S.Pd.SD
                                                                        NIP 131837789



                                

BIODATA PESERTA

NAMA                              :  NADIA FERNANDA
KELAS                             :  V (LIMA)
NIS                                   :  2571
TEMPAT, TGL. LAHIR    : PURBALINGGA, 18 MARET 1998
ALAMAT SEKOLAH       :  SD NEGERI 1 GRANTUNG, KEC. KARANGMONCOL
PRESTASI                       :  JUARA 1 KINERJA IPA KEC. KARANGMONCOL



NAMA                              :  WAHYU CANDRA
KELAS                             :  V (LIMA)
NIS                                   :  2578
TEMPAT, TGL. LAHIR    :  PURBALINGGA, 28 OKTOBER 1997
ALAMAT SEKOLAH       :  SD NEGERI 1 GRANTUNG, KEC. KARANGMONCOL
PRESTASI                       :  JUARA 1 KINERJA IPA KEC. KARANGMONCOL

NOMOR TELP.  SEKOLAH                        :  081542797977 atau 0281 5779720


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Keberhasilan pendidikan ditentukan oleh banyak hal baik siswa, guru, masyarakat, pemerintah, maupun yang lainnya. Salah satunya adalah bagaimana keberhasilan siswa dalam pelajaran IPA terutama dalam pemahaman konsep melalui kinerja IPA.
Di Sekolah Dasar sudah diperkenalkan beberapa konsep IPA walaupun masih sederhana dan terbatas sesuai dengan tingkatan perkembangan siswa.
Untuk menumbuhkan kreativitas, siswa diberi tugas membuat atau merancang alat percobaan yang sederhana.

B. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Alasan pemilihan judul adalah sebagai berikut :
          a.  Rancangan dan proses pembuatannya tidak begitu rumit.
 b.  Peralatan   dan   bahan-bahan   yang   diperlukan   dalam   pembuatan   Roket   Air    Sederhana    banyak  terdapat  di sekitar  lingkungan  sekolah dan rumah, sehingga mudah dalam proses pembuatannya.

C. TUJUAN
                        Dalam pembuatan Roket Air Sederhana ini mempunyai tujuan sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui hubungan antara beberapa konsep IPA dengan Roket Air Sederhana.
2.      Untuk membuktikan kebenaran beberapa konsep IPA dalam Roket Air Sederhana.

D. MANFAAT
                        Manfaat pembuatan Roket Air Sederhana ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk memperkaya khasanah pengetahuan tentang kinerja IPA khususnya dan ilmu yang lain pada umumnya.
2.      Sebagai alat kinerja atau alat peraga dalam pembelajaran IPA.





BAB II
TEKNIK PEMBUATAN

A. ALAT DAN BAHAN
            Dalam desain Roket Air Sederhana, ada tiga bagian penting yang perlu diketahui sehingga alat dan bahan pun dipisahkan menurut bagiannya.
1. Roket Botol
    Alat dan bahan yang dibutuhkan :
Ø  Botol minuman bekas berukuran besar dari plastik.
Ø  Sebuah pemberat, Kertas atau plastik penutup 1 lembar.
Ø  Kertas asturo 3 lembar, karton 3 lembar
Ø  Isolasi besar, lem glukol, gunting, pensil
Ø  Air
2. Sistem peluncur
    Alat dan bahan :
Ø  Pipa paralon ¾ inch, panjang 50 cm.
Ø  Kabel tis ukuran 20 cm, 10 buah.
Ø  Pipa paralon 1 inch, panjang 5 – 10 cm, sebagai pemantik diberi tali penarik.
Ø  Sok ¾ inch, 1 buah, klem besi 2 buah
Ø  Tutup botol yang dimodifikasi.
Ø  Ring karet atau karet ban yang dimodifikasi.
Ø  Pisau atau bor, lem paralon, gergaji besi, obeng
3. Dudukan Roket
    Alat dan bahan :
Ø  Lembaran kayu ukuran 2 cm x 20 cmx 50 cm, 2 buah.
Ø  Pipa paralon ¾ inch, panjang 30 cm.
Ø  Pipa penyambung L, 1 buah.
Ø  Klem paralon 2 buah, lem paralon
Ø  Pentil ban bekas 1 buah,
Ø  Keni penutup paralon ¾ inch 1 buah.
Ø  Gergaji besi, kunci pas, paku atau sekrup


B. CARA PEMBUATAN
Untuk lebih lengkapnya akan disertai gambar-gambar yang berkaitan dengan masing-masing sistem di atas.
  1. Roket Botol
v  Lapisi badan botol dengan kertas asturo.
v  Buatlah tiga buah sirip dari karton dengan ukuran yang proposional dan sama besarnya.
v  Pasang sirip dekat mulut botol dengan jarak yang seimbang menggunakan isolasi.
v  Di bagian ujung botol yang lain pasanglah pemberat misalnya bola tenis.
v  Tutuplah bagian tersebut dengan menggunakan penutup dari kertas asturo atau plastik yang dibuat runcing atau berbentuk karucut.
  1. Sistem Peluncur
v  Ambilah tutup botol yang akan dimodifikasi, lubangi bagian tengahnya  menggunakan bor atau pisau, lubang seukuran pipa peluncur (¾ inch).
v  Setelah dilubangi, tutup botol tersebut diberi ring karet atau karet ban bekas yang diatur menjadi seperti cincin.
v  Potong pipa peluncur dengan panjang 50 cm.
v  Pasang kabel tis pada pipa peluncur dengan menggunakan klem dekat pangkal pipa secara melingkar.
v  Potong sok ¾ inch sebagai pipa penahan dan pasang pada pipa peluncur, atur jaraknya sedikit di bawah ujung kabel tis.
v  Pasang pipa penyangga pada pipa peluncur menggunakan klem.
v  Lalu, atur secara berurutan tutup botol hasil modifikasi dan cincin karet pada pipa peluncur yang nantinya akan dimasukkan ke dalam mulut roket botol.
v  Masukan pipa pemantik yang  telah diberi tali penarik pada ujung bawah ke dalam pipa peluncur.
  1. Dudukan Roket
v  Rangkailah papan kayu sehingga membentuk ukuran  panjang  50 cm  dan  lebar  40 cm sebagai dudukan. Potong pipa dudukan dengan ukuran 25 cm.
v  Pasang pentil ban bekas pada penutup pipa dudukan.
v  Sambung pipa dudukan dengan pipa peluncur dengan menggunakan pipa penyambung. Pasang pipa dudukan pada papan dengan menggunakan klem.



BAB III
CARA KERJA DAN KONSEP IPA

A. CARA KERJA ALAT
     Cara kerja Roket Air Sederhana ini adalah sebagai berikut :
v  Isi roket botol dengan air kurang lebih seperlimanya
v  Lalu susunlah tutup botol modifikasi, ring karet dan roket botol pada pipa peluncur
v  Kunci dengan pengunci kabel tis dan pasang pipa pemantiknya
v  Pompalah roket melalui pentil pada dudukan dengan tekanan yang maksimal
v  Setelah udara dalam roket penuh tekanan, tariklah tali pipa pemantik dengan cepat, maka air dan udara akan keluar melalui roket, akibatnya roket terdorong dan meluncur ke angkasa
B. KONSEP IPA
Beberapa konsep IPA yang ada dalam Roket Air Sederhana adalah sebagai berikut :
            1.  Udara memiliki tekanan
Udara yang dipompakan ke dalam botol mengakibatkan botol semakin  keras. Hal ini berarti udara memiliki tekanan.
Semakin banyak udara yang kita pompakan ke dalam botol semakin besar pula  tekanan yang diterima botol tersebut, sebaliknya semakin sedikit udara semakin kecil pula tekanan yang diterimanya.
2. Udara menempati ruang
Seperti hal tersebut di atas udara yang dipompakan ke dalam botol membuat botol sedikit mengembang dan menjadi keras. Hal ini berarti  udara mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya.
3.      Perubahan Energi
Energi potensial → energi gerak → energi potensial grafitasi → energi gerak.
Udara yang dipompakan ke dalam botol disimpan menjadi energi potensial. Ketika udara dilepaskan melalui mulut botol, energi potensial ini diubah menjadi energi gerak, sehingga roket meluncur ke atas. Energi gerak ini akan diubah lagi menjadi energi potensial grafitasi sehingga roket mencapai tempat paling tinggi. Ketika roket turun, energi potensial grafitasi diubah lagi menjadi energi gerak.
4.      Gaya Gesek
Ujung roket dibuat runcing atau kerucut adalah untuk memperkecil gaya gesek dengan udara ketika meluncur. Karena dengan gaya gesek yang besar akan menghambat laju roket, sebaliknya dengan gaya gesek yang lebih kecil menjadikan roket meluncur dengan mudah.
5.      Gaya Grafitasi Bumi
Gaya grafitasi dapat kita lihat ketika roket meluncur ke bawah karena adanya gaya grafitasi bumi.
6.      Sifat Bahan dan Kegunaannya
Sirip roket dibuat dari bahan kertas karton. Karton memiliki sifat ringan dan agak kaku tetapi tidak mudah robek sehingga tidak membebani roket serta dapat menjaga keseimbangan roket ketika meluncur di udara.
Badan roket memakai botol dari bahan plastik. Plastik memiliki sifat ringan dan sedikit lentur serta tahan terhadap tekanan udara yang terdapat dalam botol.



BAB IV
PENUTUP


A. KESIMPULAN
                        Dari penjelasan tersebut di atas dapat penulis simpulkan sebagai berikut :
1.Roket Air Sederhana dapat meluncur dengan baik di udara.
2.Roket Air Sederhana dapat menambah pengetahuan dan sebagai pembuktian kebenaran beberapa konsep IPA.
3.Roket Air Sederhana dapat digunakan sebagai salah satu alat kinerja atau alat  peraga dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Selain mudah cara membuatnya, alat dan bahan-bahannya banyak terdapat di sekitar lingkungan kita, sehingga menumbuhkan kreativitas dan pelajaran IPA pun mudah dimengerti dan dipahami.
4.Roket Air Sederhana dapat menjadi inspirasi masa depan untuk kemajuan teknologi di Indonesia tentang peluncuran roket ke luar angkasa, sehingga negara Indonesia tidak ketinggalan dengan negara-negara maju.

B. SARAN
Tak ada gading yang tak retak, kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.
Ada beberapa saran yang perlu disampaikan, antara lain dalam penggunaan bahan-bahan untuk membuat Roket Air Sederhana sebaiknya menggunakan bahan yang bervariasi sehingga akan didapat hasil yang lebih baik lagi.
Semoga isi dalam makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Dan pada akhirnya terwujudnya cita-cita dan tujuan yang kita harapkan.


DAFTAR PUSTAKA

Haryanto, Sains untuk SD Kelas IV, Jakarta : Erlangga, 2004
Haryanto, Sains untuk SD Kelas V, Jakarta : Erlangga, 2004
Haryanto, Sains untuk SD Kelas VI, Jakarta : Erlangga, 2004


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar